Kenapa Impor KRL Bekas Jepang Batal dan Apa Gantinya

KAI memastikan tidak jadi mengimpor KRL bekas dari Jepang. Ini kronologi rencananya, pernyataan Dirut KAI, dan apa yang belum dijelaskan.

Redaksi Vokafolks · 3 menit baca WhatsAppX
Kenapa Impor KRL Bekas Jepang Batal dan Apa Gantinya

Kenapa impor KRL bekas Jepang batal, padahal Komisi VI DPR sudah menyetujuinya pada 23 September 2026? Pertanyaan itu wajar muncul sejak Kamis malam, 5 November 2026.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyatakan KAI tidak jadi mengimpor KRL bekas dari Jepang. Kata Bobby, pengadaan harus berupa kereta baru dan sebagian dikerjakan PT INKA. Rencana awalnya 23 rangkaian untuk menggantikan KRL berusia lebih dari 40 tahun, karena penumpang terus bertambah.

Kutipan Bobby Rasyidin bahwa pengadaan KRL untuk rakyat harus kereta baru

Kutipan pernyataan Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam pemberitaan (okezone.com) Cek beritanya di economy.okezone.com

Lihat juga: Kenapa Laga Timnas Indonesia Lawan Yordania Batal

Apa Rencana KAI pada 23 September 2026?

KAI mengusulkan impor 23 trainset bukan baru dari Jepang dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR pada Rabu, 23 September 2026. Rinciannya tujuh trainset tipe SF12 dan 16 tipe SF8.

Alasannya, pengguna KRL rata-rata 1,1 juta orang per hari dan sebagian rangkaian sudah berusia lebih dari 40 tahun.

Bagaimana Tanggapan Pemerintah pada Oktober?

Menteri Perdagangan Budi Santoso bilang pada 14 Oktober 2026, "Produksi dalam negeri kan sudah ada. Jadi saya berharap tidak ada impor (KRL) bekas ya."

Lihat juga: Kenapa Gen Z Sulit Punya Rumah dan Benarkah karena Boros

Budi menambahkan bahwa sampai hari itu belum ada pengajuan impor ke kementeriannya.

Garis waktunya singkat.

  1. 23 September, Komisi VI DPR menyetujui rencana impor 23 trainset.
  2. 14 Oktober, Mendag berharap tidak ada impor bekas.
  3. 5 November, Bobby dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Konteks yang Sering Terlewat

Rencana serupa pernah gagal pada 2023. Saat itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, "Jadi kami tidak mengimpor barang bekas. Karena itu melanggar Permendag yang tidak boleh impor barang di atas 20 tahun." Pemerintah waktu itu memilih impor tiga rangkaian KRL baru dari Jepang.

Lihat juga: Utang Pinjol Rp106 Triliun versi OJK dan Risiko Kredit Macet

Kenapa Impor KRL Bekas Jepang Batal pada 5 November?

Bobby menyampaikannya sendiri usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026. "Kita enggak impor bekas. Pokoknya buat rakyat, harus yang baru," kata Bobby.

Liputan yang kami baca belum memuat alasan rinci di balik keputusan itu.

Arah itu berbeda dari penjelasan KAI sebelumnya. Bobby pernah bilang, kalau KAI mengimpor kereta baru, produksi kereta dalam negeri akan terganggu, sedangkan yang bekas hanya untuk transisi. Kini yang ia sebut adalah kereta baru dan dukungan ke industri dalam negeri.

Apa Penggantinya dan Bagaimana Nasib Penumpang?

Bobby menyebut sebagian pengadaan akan diberikan ke INKA. "Salah satunya nanti sebagian ke INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri," katanya.

Soal waktu, Bobby menyebut, "Kita akan percepat 2-3 tahun. 23 train set baru."

Sumber yang kami baca belum menjelaskan dampaknya ke jadwal atau frekuensi KRL. Sebelumnya KAI menyebut impor bekas selesai satu sampai dua bulan setelah disetujui, sedangkan pengadaan baru butuh satu sampai dua tahun.

Satu hal yang sering terlewat, KAI dulu membagi usulannya jadi dua tipe karena sebagian peron belum siap untuk 12 gerbong. Seperti banyak kebijakan publik lain, rincian kereta barunya masih perlu ditunggu.

Masih Penasaran?

Jadi KRL bekas dari Jepang benar-benar tidak diimpor?

Menurut Bobby Rasyidin, KAI tidak mengimpor kereta bekas dan pengadaan harus berupa kereta baru. Pernyataan itu disampaikannya pada 5 November 2026 usai bertemu Presiden Prabowo Subianto.

Berapa KRL yang sebenarnya dibutuhkan KAI?

KAI menyebut kebutuhan total 23 trainset, dengan 8 trainset di antaranya mendesak. Angka itu berasal dari rencana awal yang diajukan ke DPR pada September 2026.

Apakah rencana impor KRL bekas pernah batal sebelumnya?

Pernah, pada Juni 2023. Waktu itu pemerintah menyebut impor barang bekas di atas 20 tahun melanggar aturan perdagangan, lalu memilih impor tiga rangkaian KRL baru.

Sumber dan Konteks

Dirangkum Vokafolks dari unggahan dan media yang tertaut di atas supaya kamu tidak kudet. Terakhir dicek 6 November 2026.

Baca juga